Contents

Computers

Tutorial AutoCAD

0 comments
PENGANTAR

Panduan ini direncanakan memuat langkah-langkah pembuatan denah bangunan rumah sederhana yang direncanakan dapat ditempuh dalam 8 (delapan) kali pertemuan. Program AutoCad yang ditampilkan dalam panduan ini menggunakan AutoCad 2008.


Tampilan AutoCad
Untuk membuka AutoCad 2008 dilakukan dengan menjalankan perintah :
                         Start > Program >Autodesk >AutoCad 2008.
Hasil dari perintah tersebut dapat dilihat pada gambar di bawah ini.


Gambar 1.1. Tampilan pertama program AutoCad 2008.

Pada tampilan pertama AutoCad tersebut dapat dijelaskan hal-hal sebagai berikut :
1. Huruf “A”, merupakan layers toolbars yang berfungsi untuk membedakan antar bagian-bagian yang akan saudara gambar. Pembedaan tersebut dilakukan dengan pemberian nama layer, warna layer, ketebalan garis, jenis garis dan lain-lain. Contohnya adalah layer untuk membuat dinding dibedakan dengan layer pembuatan kusen pintu jendela.

2. Huruf “B”, merupakan drawing toolbars yang berfungsi untuk membuat obyek yang anda inginkan. Pada drawing toolbars ini terdapat perintah untuk menggambar obyek diantaranya adalah perintah line, construction line, polyline, polygon, rectangle, arc, circle, Hatch, multiline text dan lain-lain, tetapi yang sering digunakan dalam pembuatan denah adalah adalah line, multiline, rectangle, arc, hatch dan text.

3. Huruf “C”, merupakan modify toolbars yang berfungsi untuk mengedit hasil pembuatan obyek yang telah saudara lakukan agar sesuai dengan yang diharapkan. Perintah di modify toolbars ini yang sering digunakan adalah erase, copy, mirror, offset, array, move, trim, extend, fillet dan explode.

4. Huruf “D”, merupakan command toolbars yang berfungsi untuk memasukan perintah melalui keyboard baik itu perintah untuk pembuatan obyek maupun pengeditan obyek. Dalam penggunaan autocad diharapkan untuk tetap melihat command toolbars ini karena untuk memasukan angka (nilai) adalah melalui command toolbars.


Sistem Koordinat
Untuk membuat obyek pada AutoCad digunakan sistem koordinat. Sistem koordinat yang ada di AutoCad
terdiri dari :
a. Cartesian coordinates.
b. Polar coordinates.

a) Cartesian coordinates
Cartesian coordinates digunakan untuk menentukan titik acuan dalam membuat obyek. Untuk menggunakan cartesian coordinates dalam menentukan titik acuan pembuatan obyek dilakukan dengan memasukan nilai x dan nilai y yang dipisahkan dengan koma (,). Nilai x dan y bisa berupa positif maupun negatif, yang didalam AutoCad, nilai x merupakan horisontal axis dan nilai y adalah vertikal axis.
Sebagai contoh penggunaan cartesian coordinates adalah dalam membuat garis yang dimulai dari
nilai x adalah -2, nilai y adalah 1 dan titik akhirnya pada 3,4. Hasil dari contoh perintah tersebut
adalah sebagai berikut :
Command : line
From point : -2,1
To point : 3,4
Hasil dari perintah yang menggunakan commands text tersebut adalah :
Gambar 1.2. Contoh penggunaan cartesian coordinates.

Cartesian coordinates dapat juga digabungkan dengan relative coordinates. Relative coordinates digunakan ketika titik acuan (titik koordinat) yang terakhir telah dimasukan/diketahui. Relative coordinates menggunakan tanda “@”. Sebagai contoh, angka @3,4 berarti didalam relative coordinates angka 3 adalah panjangnya 3 unit dengan axis horisontal dan 4 unit dengan axis vertikal.
Dengan menggunakan contoh cara gambar segitiga, langkah-langkahnya adalah sisi yang pertama adalah titik awalnya dengan titik koordinat -2,1 dan titik selanjutnya adalah 5 unit axis horisontal dan 0 unit di axis vertikal. Sisi segitiga selanjutnya adalah 0 unit axis horisontal dan 3 unit axis vertikal. Sisi segitiga yang terakhir adalah kembali ke titik awal dengan memasukan 5 unit axis negative horisontal dan 3 unit axis negative vertikal. Hasil dari penjelasan perintah tersebut adalah sebagai berikut :
Command : line
From point : -2,1
To point : @5,0
To point : @0,3
To point : @-5,-3
Hasil dari perintah yang menggunakan commands text tersebut adalah :
Gambar 1.3. Contoh penggunaan relative coordinates.

b) Polar coordinates
Polar coordinates adalah koordinat yang menggunakan sudut, bersamaan dengan nilai (angka/axis) yang diinginkan. Untuk menggunakan polar coordinates pada suatu titik, terlebih dahulu memasukan nilai (angka/axis) dan sudut yang dipisahkan oleh tanda “<”. Arah sudut pada polar coordinates adalah berlawanan dengan arah jarum jam. Untuk memasukan sudut yang searah jarum jam maka digunakan tanda negative. Contoh polar coordinates adalah 2<30, yang artinya axis sepanjang 2 unit dengan sudut 30 derajat. Untuk sudut yang searah jarum jam maka terlebih dahulu masukan tanda negative, misalnya lokasi titik di 2<315 sama dengan lokasi pada titik 2<-45.

Gambar 1.4. Arah sudut polar coordinates.
Polar coordinates dapat/digabungkan dengan relative coordinates. Sebagai contoh penggunaan gabungan koordinat ini adalah dalam pembuatan garis seperti berikut ini :
Command : line
From point : 0,0
To point : @4<120
To point : @5<30

Gambar 1.5. Gabungan polar coordinates dengan relative coordinates.
Penjelasan dari hasil gambar tersebut adalah garis dimulai dari titik 0,0 yang dilanjutkan dengan garis sepanjang 4 axis dengan arah sudut 120 derajat kemudian dilanjutkan garis sepanjang 5 axis dengan arah sudut 30 derajat.

Langkah pengantar berikutnya setelah tampilan awal dan sistem koordinat pada AutoCad adalah dimulainya penentuan batas gambar, pengaktifan snap serta grid serta pembuatan layers.

Drawing Limit
Drawing limits adalah penentuan batas area gambar. Hal ini untuk memudahkan dalam penggambaran obyek. Kemudahan tersebut diperoleh dari tampilan grid yang akan membantu untuk menentukan letak titik obyek. Perintah drawing limits dilakukan dengan memasukan perintah seperti berikut ini :

                  Format > Drawing Limit > ................... atau melalui keyboard
                  Limits > ..........enter
Hasil perintah tersebut dilihat di command text.
                 Reset Model space limits:
                 Specify lower left corner or [ON/OFF] <0.0000,0.0000>:
                                   Ketik ..........enter
                 Specify upper right corner <420.0000,297.0000>:
                                   ketik .......... 10,20 ..........enter
Ket : Drawing limit adalah perintah untuk membuat batas penggambaran di layar.


Drafting Settings
Adalah untuk menentukan grid dan gerak mouse yang mengikuti grid. Berguna untuk menentukan letak titik dari obyek yang akan kita gambar. Perintahnya dilakukan bisa lewat mouse ataupun keyboard.

                 Tools > Drafting Settings > ................... atau melalui keyboard
                 Dsettings > ..........enter
Hasil perintah tersebut akan muncul dialog box, seperti di bawah ini.
Gambar 1.6. Drafting settings dialog box pada bagian snap and grid

Pada bars Snap and grid, aktifkan snap dan grid serta tuliskan pada kolom Snap X dan Y Spacing sebesar 0.5 dan Grid X dan Y Spacing sebesar 0.5


Gambar 1.7. Drafting settings dialog box pada bagian object snap
Pada bars Obyek Snap, aktifkan endpoint (akhir titik), Midpoint (tengah titik) dan Perpendicular (tegak lurus titik) dengan cara memilih pada bagian yang diinginkan.
Ket : Perintah tersebut adalah untuk mengaktifkan snap dan grid serta object snap. Snap adalah gerak mouse yang tidak / dapat disesuaikan dengan jarak grid. Object snap adalah bantuan ketika kita memerlukan titik acuan dari setiap draw atau modify.

Layers
Layers berguna untuk membedakan jenis, ketebalan dan warna garis agar memperoleh kemudahan dalam menggambar obyek. Misalnya untuk menggambar dinding dan arsiran dapat dibedakan dari jenis layersnya. Perintahnya seperti di bawah ini.

Klik Gambar Icon tersebut, atau Perintah dari Key Board Ketik Layer atau La......Enter.

Hasil perintah tersebut dapat dilihat seperti pada dialog box berikut ini.

Gambar 1.8. Dialog box pada layers

Simbol-simbol yang dilingkari seperti pada dialog box diatas, adalah :
yang merupakan tanda untuk membuat layer baru.
 
yang merupakan tanda untuk membuat layer pada semua layout yang ada, baik pada model layout maupun space layout.
yang merupakan tanda untuk menghapus layer.
yang merupakan tanda untuk mengaktifkan layer yang kita inginkan dari berbagai macam layer yang kita buat.

Dari simbol-simbol tersebut, langkah yang pertama adalah memilih nomor 1 yaitu create layers. Pembuatan layer direncanakan sebanyak 3 (tiga) buah layer, yaitu :
Layers yang pertama
                Pada kolom nama ketikan tebal 10
                Pada kolom color pilih warna merah
                Pada kolom Lineweight pilih ukuran 0.09 pt
                .................Enter
Layers yang kedua
               Pada kolom nama ketikan tebal 20
               Pada kolom color pilih warna kuning
               Pada kolom Lineweight pilih ukuran 0.20 pt
               .................Enter
Layers yang ketiga
              Pada kolom nama ketikan tebal 30
              Pada kolom color pilih warna hijau
              Pada kolom Lineweight pilih ukuran 0.30 pt
              .................Enter

Dari ketiga layers tersebut, aktifkan layer yang bernama tebal 20, hasil dari pembuatan dan pengaktifan layers seperti pada gambar di bawah ini.

Gambar 1.9. Dialog box pada layers yang telah di buat
Setelah layer yang bernama tebal 20 telah diaktifkan, maka kemudian pilih perintah OK, seperti yang terlihat pada bagian bawah dialog box.

Zoom
Perintah ini berguna untuk memperbesar dan memperkecil bidang gambar yang dibuat pada layar monitor sesuai dengan standar kenyamanan yang diinginkan. Perintahnya seperti di bawah ini.

Klik gambar Icon tersebut atau melalui Keyboard ketik Zoom .....enter
Hasil perintah tersebut dilihat di command text.

Specify corner of window, enter a scale factor (nX or nXP), or
               [All/Center/Dynamic/Extents/Previous/Scale/Window/Object] :
               ketikan........ e .........Enter (artinya memilih zoom extens)
Ket : Hasil dilayar akan muncul titik-titik putih, titik-titik putih tersebut adalah grid. Kalau titik-titik putih tidak muncul dilayar maka kesalahan dimulai dari drawing limit (lihat sebelumnya), kalau benar di drawing limitnya maka di bar snap and grid, grid harus diaktifkan, kalau sudah benar tapi masih belum muncul juga, berarti cara melakukan perintah zoom harus sesuai dengan perintah di atas.



BAGIAN-2

PENGGAMBARAN DINDING
Materi yang disampaikan akan banyak menggunakan perintah dari drawing toolbar dan modify toolbar yang letaknya disebelah kiri layar monitor. Untuk memudahkan pembuatan obyek, maka penggambarannya dilakukan pada skala 1 : 100. Hal tersebut, agar tidak mengalami kesulitan dalam memindahkan gambar kerja ke dalam AutoCad. Obyek yang akan dibuat seperti gambar di bawah ini.

Gambar 2.1. Gambar yang direncanakan.


Multiline
Untuk membuat obyek seperti gambar di atas, langkah yang pertama adalah membuat dinding. Pembuatan dinding dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara, yaitu pertama, dengan langsung menggunakan perintah multiline (garis sejajar) dan yang kedua dengan menggunakan perintah line (garis) yang diposisikan sebagai as (garis tengah) dinding. Hal ini dikarenakan penggambaran dinding dalam konstruksi adalah dua garis yang sejajar. Karena perintah line merupakan perintah yang mudah dipahami, maka perintah yang digunakan adalah multiline. Perintah multiline dilakukan seperti di bawah ini.

Ketik : Multiline atau ml >; ..........enter
Hasil perintah tersebut dilihat di command text.
Current settings: Justification = Top, Scale = 20.00, Style = STANDARD
Specify start point or [Justification/Scale/STyle]:
Pada tampilan Specify start point or [Justification/Scale/STyle] tersebut, dapat dijelaskan bahwa pilihan yang pertama adalah langsung menentukan titik awal multiline atau pilihan yang kedua untuk melakukan penyesuaian jenis multiline yang akan dibuat.
Karena penggambaran multiline dimaksudkan untuk membuat dinding, maka pilihan yang dilakukan adalah penyesuaian multiline. Penyesuaian ini berkaitan dengan ukuran dinding pada kenyataanya adalah berukuran 15 cm yang direncanakan digambar pada skala 1 : 100, selain itu, penggambaran dinding selalu mengacu pada as (garis tengah). Maka perintah yang dipilih adalah :
Ketik.......... J ..........Kemudian enter
Hasil perintah tersebut dilihat di command text.
Enter justification type [Top/Zero/Bottom] :
Seperti pada penjelasan di atas, penggambaran dinding harus selalu mengacu pada as (garis tengah), maka pilihan yang kita tentukan adalah :
Ketik.......... Z ..........Kemudian enter
Hasil perintah tersebut dilihat di command text.
Enter Current settings: Justification = Zero, Scale = 20.00, Style = STANDARD
Specify start point or [Justification/Scale/STyle]:
Setelah penentuan letak multiline yang mengacu pada as (garis tengah) telah disesuaikan, maka langkah berikutnya adalah menentukan ukuran multiline. Ukuran dinding yang akan dibuat dalam ukuran asli (lapangan) adalah 15 cm, sedangkan skala yang digambar pada AutoCad adalah 1 : 100, maka perintah yang dilakukan adalah :
Ketik.......... S ..........Kemudian enter
Hasil perintah tersebut dilihat di command text.
Enter mline scale <20.00>:
Ketik.......... 0.15 ..........Kemudian enter
Hasil perintah tersebut dilihat di command text.
Current settings: Justification = Zero, Scale = 0.15, Style = STANDARD
Specify start point or [Justification/Scale/STyle]:
Setelah letak acuan (justification) dan ukuran (scale) multiline telah ditentukan, maka penentuan titik-titik multiline untuk membuat obyek dinding dapat dilakukan, yaitu :
Ketik.......... 2,2 ..........Kemudian enter
Specify next point:
Ketik.......... @7.5<90 ..........Kemudian enter
Specify next point or [Undo]:
Ketik.......... @3<0 ..........Kemudian enter
Specify next point or [Close/Undo]:
ketik.......... @1<270 .......... Kemudian enter
Specify next point or [Close/Undo]:
ketik.......... @3<0 .......... Kemudian enter
Specify next point or [Close/Undo]:
ketik.......... @6<270 .......... Kemudian enter
Specify next point or [Close/Undo]:
ketik.......... @3<180 .......... Kemudian enter
Specify next point or [Close/Undo]:
ketik.......... @0.5<270 .......... Kemudian enter
Specify next point or [Close/Undo]:
ketik.......... C .......... Kemudian enter

Ket : format @7.5<90 adalah 7.5 panjang dinding sepanjang 750 cm dalam skala 1:100. Sedangkan 90 adalah sudut untuk y positif yang berarti garis pasti menuju ke atas. Sudut 0 berarti x postif, sudut 180 berarti x negatif dan 270 berarti y negatif. Hasil dari penyesuaian dan pengetikan seperti di atas, dapat dilihat seperti dibawah ini.
Gambar 2.2. Hasil dari perintah Multiline


Explode
Explode adalah perintah untuk memisahkan obyek menjadi unit-unit obyek. Seperti perintah multiline di atas, hasilnya merupakan satu kesatuan obyek, sehingga untuk dapat dilakukan penyesuaian maka terlebih dahulu perintah explode dilaksanakan.

Klik Icon tsb,  atau melalui keyboard
Ketik Explode > ; ..........enter
Hasil perintah tersebut dilihat di command text.
Select objects:
              ..........(klik dengan kiri mouse di multiline)..........
Select objects: 1 found
Select objects: ..........Enter


Copy
Perintah untuk menggandakan obyek tetapi berbeda titik dari obyek awal. Perintah copy disini adalah untuk membuat dinding horisontal KM/WC seperti pada gambar yang direncanakan.

Klik Icon tsb, atau melalui keyboard
Ketik Copy > ..........enter
Hasil perintah tersebut dilihat di command text.
Select objects:
..........klik dengan kiri mouse di 2 buah garis horisontal yang terletak paling bawah)..........
Select objects: 2 found
Select objects: ..........Enter
Current settings: Copy mode = Multiple
..........Enter
Specify base point or [Displacement/mOde] :
Maksud dari kalimat di atas adalah dimana letak titik acuan dari obyek yang akan digandakan. Maka perintah yang kita lakukan adalah :

..........klik bebas di dalam layar..........
Hasil perintah tersebut dilihat di command text.
Specify second point or :
Maksud dari kalimat di atas adalah dimana letak titik yang diinginkan dari obyek yang
digandakan. Maka perintah yang kita lakukan adalah :
Ketik.......... @3<90 ..........Kemudian enter Specify second point or [Exit/Undo] :
Ketik.......... @4.5<90 ..........Kemudian enter Specify second point or [Exit/Undo] :
..........Enter



Gambar 2.3. Titik copy dan hasilnya.


Fillet
Perintah fillet adalah untuk mempertemukan garis vertikal dengan garis horisontal. Langkah pertama melakukan perintah fillet untuk mempertemukan garis tersebut adalah menyesuaikan radius fillet agar garis pertemuan tersebut berupa garis tegak lurus atau melengkung. Perintahnya seperti di bawah ini.

Klik Icon tsb, atau melalui keyboard
Ketik Fillet > ..........enter
Hasil perintah tersebut dilihat di command text.
Current settings: Mode = TRIM, Radius = 0.0000
Select first object or [Undo/Polyline/Radius/Trim/Multiple]:
Karena menginginkan garis pertemuannya berupa garis tegak lurus maka pilihan yang kita
lakukan adalah :
Ketik.......... R ..........Kemudian enter
Hasil perintah tersebut dilihat di command text.
Specify fillet radius <0.0000>:
Maksud kalimat di atas adalah masukan besarnya radius yang diinginkan. Besar radius
sebesar 0 menjadikan garis pertemuan berupa garis tegak lurus. Besar radius lebih dari 0,
maka garis pertemuannya berupa garis lengkung.
Ketik.......... 0 ..........Kemudian enter

Fillet
Perintah fillet yang kedua ini adalah memilih garis horisontal dan vertikal untuk dipertemukan. Hal tersebut karena radius untuk mempertemukan garis telah ditentukan.

Klik Icon tsb, atau melalui keyboard
Ketik : Fillet > ..........enter
Hasil perintah tersebut dilihat di command text.
Current settings: Mode = TRIM, Radius = 0.0000
Select first object or [Undo/Polyline/Radius/Trim/Multiple]:
Klik di nomor 1 ..........
Select second object or shift-select to apply corner:
Klik di nomor 2 ..........

Gambar 2.4. Titik fillet dan hasilnya.

Setelah perintah fillet seperti di atas telah dilaksanakan, maka dilanjutkan dengan mempertemukan garis garis lainnya sesuai dengan gambar yang direncanakan.



Sumber : http://cahayacinta7.blogspot.com/2011/01/tutorial-autocad.html
Share

Comments

0 comments to "Tutorial AutoCAD"

Post a Comment

 

Copyright © 2012 by Bloganol Converted into Blogger Template by Nugroho Hadi Kumoro